
Judul buku : Memoar Sherlock Holmes
Pengarang : Sir Arthur Conan Doyle
Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama
Cetakan : VII, Mei 2007
Tebal buku : x + 398 halaman
Harga : Rp 30.000,-
Dalam buku ini diceritakan tentang berbagai kasus yang telah dialami dan dipecahkan oleh Sherlock Holmes beserta asisten setianya yang juga berprofesi sebagai dokter, Watson. Bersama Watson, Holmes berusaha memecahkan kasus-kasus yang sangat pelik seperti lenyapnya Silver Blaze, kuda pacuan yang sangat dijagokan orang-orang dalam kejuaraan piala Wessex, dan juga misteri kematian Kolonel Barclay dari kesatuan yang telah menunjukkan kehebatannya pada peristiwa Crimea dan Mutiny, kesatuan Royal Mallows.
Dalam buku ini, Holmes juga mengenang dan menceritaan kasus-kasus besar yang pernah ditanganinya sewaktu dia meniti kariernya sebagai detektif kepada Watson. Rahasia tak terduga di balik meledaknya kapal Gloria Scott dan harta terpendam yang terkandung dalam ritual keluarga Musgrave adalah dua di antaranya. Kesebelas kasus yang digelar dalam memoar ini berhasil dipecahkan Holmes dengan mengejutkan.
Pada akhir memoar ini, Holmes berjuang untuk membebaskan masyarakat dari otak semua kejahatan di London, Profesor Moriarty.
Dalam memor ini, Conan Doyle mengajarkan pada kita tentang pentingnya suatu imajinasi. Seperti contohnya pada kasus lenyapnya Silver Blaze, Holmes mengambil data dan fakta yang ada kemudian mengandaikan kejadiannya dan sampailah pada penarikan kesimpulan. Kesimpulannya ini kemudian dibuktikan dengan menemukan Silver Blaze. Imajinasi inilah yang tidak dipunyai oleh detektif yang menangani kasus ini sebelumnya.
Conan Doyle sebagai pengarang yang berpengalaman dalam penulisan novel detektif, mampu menghidupkan suasana dalam cerita. Alur ceritanya mudah diikuti sehingga menggiring pembaca untuk mengikuti ketegangan yang terus memuncak.
Namun, dalam memoar ini pengarang tamak agak memaksaan kehendaknya, yaitu pada analisis Holmes tentag seorang pria secara iseng ketika bertemu kakaknya. Dia menganalisis bahwa kalau ada orang yang wajahnya memancarkan wibawa dan kulitnya terbakar matahari pastilah dia seorang tentara yang baru datang dari Indonesia. Padahal banyak tempat-tempat lain yang kondisi geografisnya membuat kulit terbakar matahari.
Terlepas dari kekurangan yang ada, buku Memoar Sherlock Holmes ini sangatah sayang jika kita lewatkan begitu saja. Apalagi dalam buku ini terjadi pertarungn sengit yang mempertaruhkan nyawa antara Holmes dan Napoleonnya dunia kejahatan, Profesor Moriarty. Berhasilkah Holmes menjebak Moriarty agar dapat ditangkap polisi?
0 komentar:
Posting Komentar